Gambar kopi arabika Aroma kopi

Gambar kopi arabika Aroma kopi

Menurut sejarahnya, kopi Arabika (Coffee Arabica) ini pertama kali diklasifikasi oleh seorang ilmuwan yang berasal dari Swedia (Sweden) yang bernama Carl Linneaeus (Carl von Linné) pada tahun 1753. Kopi arabika merupakan jenis kopi pertama yang ditemukan dan dibudidayakan hingga saat ini. Kopi yang berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya Jenis Kopi yang memiliki kandungan kafeina sebasar 0.8-1.4% tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun dan banyak tumbuh pada ketinggian di atas 500 mdpl. Kopi arabika tumbuh di tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok berkisar 5,5-6. Jenis kopi arabika sangat rentan terhadap serangan penyakit karat daun Hemileia vastatrix (HV), terutama bila ditanam di daerah dengan elevasi kurang dari 700 m, sehingga dari segi perawatan dan pembudayaan kopi arabika memang butuh perhatian lebih dibanding kopi Robusta atau jenis kopi lainnya.

Pohon Kopi Arabika

Gambar Pohon kopi arabika aroma kopi

Gambar Pohon kopi arabika aroma kopi

Tanaman kopi arabika termasuk pendek dengan ketinggian 2-3 meter. Batangnya berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohonnya memiliki banyak cabang.

Daun

Warna dari daun kopi arabika  berwarna hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkalnya tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.

Waktu berbuah

Kopi arabika akan mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga akan tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.

Buah (Kopi)

Buahnya bulat seperti telur, dengan warna buah hijau kemudian berubah menjadi merah terang saat matang. Jika buah telah matang akan cenderung mudah rontok. Oleh karena itu harus segera dipanen,karena buah yang rontok ke tanah akan mengalami penurunan mutu, dan cenderung berbau tanah.

Jenis Akar

Pohon kopi arabika mempunyai jenis akar tunjang yang dalam. Yang berfungsi untuk menopang pohon agar tidak mudah roboh dan bertahan pada kondisi kekeringan. Pertumbuhan akar ditentukan sejak pohon dipindahkan dari pembibitan. Pohon yang perakarannya tidak tumbuh dengan baik, akan mengganggu produktivitas.

Varietas Kopi Arabika

Ada banyak varietas kopi arabika yang ditanam di Indonesia. Setiap varietas mempunyai daya tumbuh dan daya adaptasi yang berbeda-beda. Pemilihan varietas dalam budidaya hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat budidaya.

Untuk mendapatkan hasil yang optimal gunakan varietas unggul dari sumber terpercaya. Kementerian pertanian melalui Puslit Koka selalu mengeluarkan varietas unggul. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  • S 795. Varietas ini memiliki produktivitas 1000-1500 kg/ha pada kepadatan tanam 1600-2000 pohon per hektar. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Agak tahan terhadap serangan karat daun bila ditanam diketinggian lebih dari 1000 meter dpl.
  • USDA 762. Produktivitas kopi jenis ini mencapai 800-12000 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 32-34 bulan. Agak tahan terhadap penyakit karat daun.
  • Andungsari-1. Produktivitas sekitar 350 kg/ha. Mulai berbunga pada umur 15-24 bulan. Bila ditanam diketinggian kurang dari 900 meter, varietas ini rentan terhadap serangan karat daun namun cukup tahan ditanam di daerah yang kurang subur.
  • Sigarar Utang. Produktivitasnya mencapai 1500 kg per hektar. Varietas ini memilikikeistimewaan bisa berbuah terus menerus mengikuti pola sebaran hujan. Bijinya berukuran besar, rentan terhadap hama bubuk buah dan nematoda, namun cukup tahan karat daun. Disarankan ditanam pada ketinggian di atas 1000 meter dpl.

Pasar Kopi Arabika

Secara umum kopi arabika dihargai lebih tinggi dibanding jenis lainnya. Karena dari segi rasa, kopi arabika mempunyai jangkauan yang luas. Setiap varietas kopi yang ditanam ditempat berbeda akan memiliki perbedaan citarasa yang signifikan.

Kopi arabika memiliki aroma yang kuat, sifat kekentalan (body) ringan hingga sedang dan tingkat keasaman tinggi. Kandungan kafeinnya lebih rendah dibanding robusta yaitu sekitar 0,8-1,5%.

Lebih dari 65% perdagangan kopi dunia di dominasi oleh jenis arabika. Selain mendominasi pangsa pasar, saat ini kopi arabika dihargai lebih tinggi hampir dua kali lipatnya dibanding robusta. Pusat perdagangan arabika berada di bursa komoditi New York.

Penghasil kopi arabika terbesar ada di negara-negara Amerika Latin. Hampir 90% produksi kopi negara-negara Amerika Latin jenis arabika. Brasil merupakan produsen arabika terbesar dunia. Sedangkan konsumen kopi terbesar dunia adalah negara-negara Uni Eropa, disusul Amerika Serikat dan Jepang.